RLE

Refractive Lens Exchange (RLE)

Bedah Lasik sekarang sudah semakin populer di lakukan di berbagai negara dan terutama di Indonesia belakangan ini banyak klinik yang melakukan prosedur lasik, untuk mengoreksi kelainan refraksi.

Namun Jika kelainan refraksi seseorang terlalu tinggi, atau ketebalan kornea sangat tipis atau kondisi kornea yang merupakan kontra indikasi untuk menjalani tindakan lasik, di i care lasik masih memberikan alternatif lain untuk menanggulangi kelainan refraksi tersebut.

Apa pengertian RLE?

RLE (Refractive Lens Exchange) adalah salah satu alternative tindakan untuk mengkoreksi kelainan refraksi terutama pada pasien yang tidak layak untuk menjalani prosedur lasik. Tidakan RLE ini sangat membantu untuk mengatasi keluhan penglihatan terutama bagi pasien yang memiliki kelainan refraksi yang tinggi atau sudah mengalami presbiopia (daya akomodasi mata yang sudah menurun)

Bagaimana RLE dilakukan ?

RLE dilakukan seperti halnya pada operasi katarak, tetapi tujuan dari tindakan ini adalah untuk mengatasi kelainan refraksinya, pada tindakan RLE, lensa mata diganti dengan lensa buatan yang di sebut IOL (Intraocular Lens) yang terbuat dari bahan silikon atau plastik. Pemasangan IOL dilakukan untuk mengkoreksi pasien-pasien yang memiliki keluhan rabun dekat (plus) dan rabun jauh (minus), sedangkan untuk pasien yang memiliki keluhan dengan silindris biasanya diperlukan lensa khusus untuk meminimalkan efek silindrisnya. Pada pasien dengan minus tinggi pada umumnya retina mata lebih tipis dibandingkan dengan retina pasien normal, oleh karenanya terkadang sebelum dilakukan RLE diperlukan suatu tindakan laser retina.

Apa Keunggulan RLE?

Beberapa keunggulan dari RLE diantaranya adalah tindakan ini sudah dilakukan bertahun-tahun untuk periode yang cukup lama dan bagian kornea tidak tersentuh pada saat tindakan dilakukan. Dengan demikian, bagi pasien yang memiliki kornea tipis, mata kering, atau memiliki masalah kornea lainnya, maka pilihan untuk menjalani tindakan RLE adalah alternatif yang terbaik. Jadi hasil yang diharapkan tidak tercapai setelah tindakan RLE dilakukan, lensa IOL bisa diganti dengan lensa lain dengan ukuran tertentu sesuai yang diinginkan. Prosedur lasik bisa saja dilakukan setelah tindakan RLE sebagai upaya untuk penyesuaian atau perbaikan dari kelainan refraksi yang diharapkan, tindakan ini disebut Bioptic Surgery yakni kombinasi dari tindakan RLE dan Lasik.

Apa kemungkinan Resiko dari RLE?

Meskipun RLE terbukti aman, tetapi sama seperti tindakan operasi apapun lainnya kemungkinan resiko akan selalu ada. Pasien dengan minus tinggi bisa saja terjadi resiko timbulnya masalah retina setelah tindakan  RLE dilakukan. Selain itu, jika daya akomodasi pasien masih bagus, daya akomodasi tersebut bisa saja menurun setelah pasien menjalani tindakan RLE. Tetapi, jika pasien sudah memiliki presbiopia dengan daya akomodasi yang sudah menurun dan sudah memerlukan kacamata baca, kemungkinan penurunan akomodasi akibat RLE mungkin tidak dirasakan sebagai suatu hal yang berarti karena sebelumnya sudah memiliki keterbatasan daya akomodasinya. Walaupun angka tersebut prosentasenya sangat kecil, namun hal ini perlu diketahui sebagai suatu pemahaman.

Dengan pelayanan terpadu yang meliputi teknologi canggih, dokter- dokter berpengalaman, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik demi kepuasan konsumen, iCare menawarkan solusi terdepan untuk koreksi penglihatan, demi membawa anda kepada kehidupan yang lebih berarti.

Comments are closed.

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes

Switch to our mobile site